Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan materi dari Mikrotik yaitu
tentang
Bagaimana mengkonfigurasi Routing RIP
Namun sebelum masuk
ke Konfigurasi alangkah baiknya kita harus tau dulu apa itu Routing
RIP :)
1. Pengertian Routing RIP ( Routing Information Protocol )
Routing Information
Protocol (RIP) adalah sebuah protokol dinamis
yang digunakan dalam jaringan LAN (Local
Area Network) dan WAN (Wide Area
Network). Oleh karena itu protokol ini di klasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP).
Interior
Gateway Protocol (IGP) adalah routing
protokol yang di gunakan dalam suatu sistem Autonomous
System (AS), yaitu sebuah jaringan yang berada hanya dalam satu kendali
teknik yang terdiri dari beberapa subnetwork
dan gateway yang saling
berhubungan satu sama lain.
2.
Jenis
– jenis RIP ( Routing Information
Protokol ) :
1)
RIPv1 merupakan salah satu dari routing protocol jenis
classfull, yaitu tidak mendukung routing sesuai subnet, yang akan mengirimkan
tabel routingnya secara broadcast saja.
2)
RIPv2 merupakan salah satu routing protocol jenis classless,
yaitu telah mendukung prefix routing (berisi informasi tentang subnet mask),
yang akan mengirimkan tabel routingnya secara multicast dan memiliki fitur
authentication.
3)
RIPng (RIP Next
Generation) merupakan pengembangan dari
RIPv2 yang telah mendukung IPv6, yang nantinya akan sering di gunakan
dikedepannya.
3.
Karakteristik
RIP ( Routing Information Protokol )
1) Distance
vector routing protocol.
2) Hop
count sebagai metric untuk memilih rute.
3) Maximum
hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable.
4) Secara
default, routing update 30 detik sekali.
5) RIPv1
(classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update.
6) RIPv2
(classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update.
4.
Kelebihan
dan Kekurangan RIP ( Routing Information Protokol )
Ø Kelebihan RIP ( Routing Information Protokol )
1) Menggunakan
metode Triggered Update.
2) RIP
memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi
routing.
3) Jika
terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap
harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut
(triggered update).
4) Mengatur
routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat
diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
1) Jumlah
host Terbatas
2) RIP
tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
3) RIP
tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
4) Ketika
pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.
5) Hop
CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu
hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP
memilih jalur jaringan yang lambat.
6) Hop
Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk
mencegah loop pada jaringan.
7) Classful
Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24). RIP tidak dapat
mengatur classless routing.
Ø WinBox
Winbox adalah
sebuah software yang di gunakan untuk konektivitas dan konfigurasi mikrotik
menggunakan mac address atau protokol IP.
Ø Kabel UTP Tipe Straight
Kabel
UTP digunakan pada jaringan LAN untuk menghubungkan komputer ke perangkat
jaringan ataupun komputer ke komputer itu sendiri.
Mikrotik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang
dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router yang handal.
Ø PC/Laptop
6.
Konsep
Dynamic Routing RIP
7.
Persiapan
Dynamic Routing RIP
1) Pertama
– tama Siapkan router, kabel UTP, dan PC/Laptop.
2) Lalu
nyalakan semua device nya, kemudian hubungkan device dengan kabel UTP yang
sudah siap untuk di tancapkan ke interface dengan ketentuan seperti berikut:
Ø Router
1 :
- Ether
5 ->
untuk Router 1 yang mengarah ke Router 2
-
Ether 3 ->
untuk Laptop/PC 1
Ø Router
2 :
- Ether
2 -> untuk
Router 2 yang mengarah ke Router 1
-
Ether 4 ->
untuk Router 2 yang mengarah ke Router 3
Ø Router 3 :
-
Ether 2 ->
untuk Router 3 yang mengarah ke Router 2
-
Ether 5 ->
untuk Laptop/PC 2
3) Setelah
itu, setting IP pada PC 1 dan PC 2 :
Ø PC 1
-
IP Address : 192.168.1.2
-
Subnet Mask : 255.255.255.0
-
Default Gateway : 192.168.1.1
Ø
PC 2
- IP Address :
192.168.2.2
- Subnet Mask : 255.255.255.0
- Default
Gateway : 192.168.2.1
4)
Terakhir,
jangan lupa untuk mematikan Firewall dan antivirus pada masing – masing
Laptop/PC.
8.
Langkah
– langkah Konfigurasi Routing Dynamic RIP
Ø
Masuk ke Router 1 :
1. Setelah masuk ke Router 1, buka pada
menu IP -> Addresses -> (+), lalu tambahkan IP pada Router 1 yang mengarah PC 1 yaitu
“192.168.1.1/24”. Kemudian, untuk interface secara fisik tercolok pada ether 3.
2.
Selanjutnya,
tambahkan IP pada Router 1 yang mengarah ke Router 2 yaitu “10.10.10.1/30”.
Kemudian untuk Interface secara fisik tercolok pada ether 5.
3. Setelah itu, keluar dari Router 1
selanjutnya pindah ke Router 2.
Ø
Masuk ke Router 2 :
1.
Setelah
masuk ke Router 2, buka pada menu IP ->
Addresses -> (+), lalu tambahkan IP pada Router 2 yang mengarah ke Router 1 yaitu “10.10.10.2/30”.
Kemudian untuk Interface secara fisik tercolok pada ether 2.
2.
Setelah itu, tambahkan IP pada router 2 yang mengarah ke Router 3 yaitu
“10.10.20.1/30”. Kemudian untuk Interfacenya secara fisik tercolok pada ether 4.
3.
Setelah
itu, keluar dari Router 2 dan selanjutnya masuk ke Router 3.
Ø Masuk
ke Router 3 :
1.
Setelah
masuk ke Router 3, buka pada menu IP ->
Addresses -> (+), lalu tambahkan IP yang mengarah ke PC 2 yaitu “192.168.2.1/24”. Kemudian
untuk Interfacenya secara fisik tercolok pada ether 5.
2.
Selanjutnya,
tambahkan IP pada Router 3 yang mengarah ke Router 2 yaitu “10.10.20.2/30”.
lalu untuk Interface secara fisik tercolok pada ether 2.
3.
Setelah
semua router ter-setting IP, langkah selanjutnya adalah memasukkan IP Networks
pada setiap Router agar saling terhubung pada semua perangkat dalam jaringan.
Ø Masuk
ke Router 1 :
1.
Buka
menu Routing -> RIP -> Networks ->
(+) -> lalu tambahkan network IP address yaitu
pada PC 1 dengan IP “192.168.1.0/24”.
2.
Setelah
itu, tambahkan IP
network pada Router 1
yang mengarah ke Router 2 yaitu “10.10.10.0/30”.
Ø Masuk
ke Router 2 :
1.
Selanjutnya,
Buka menu Routing -> RIP -> Networks ->
(+) -> lalu tambahkan network IP address yaitu
pada Router yang mengarah ke Router 1 dengan IP “10.10.10.0/30”.
2.
Setelah
itu, tambahkan IP network yang mengarah pada Router 3 yaitu “10.10.20.0/30”.
Ø
Masuk ke Router 3 :
1.
Selanjutnya,
Buka lagi menu Routing -> RIP -> Networks ->
(+) -> lalu tambahkan network IP address yaitu
pada Router 3 yang mengarah ke PC 2 dengan IP “192.168.2.0/24”.
3.
Jika
sudah, maka secara otomatis routing tablenya akan muncul sendiri tanpa
memperlibatkan Administrator.
·
Di sisi Router 3
·
Di sisi PC 1
·
Di sisi PC 2
- “ping
192.168.1.2”.
- “tracert 192.168.1.2”.
Sekian
tutorial dari saya kali ini semoga bermanfaat dan semoga dapat ilmu yang
bermanfaat dan barokah pastinya J























0 Comments:
Post a Comment